Sumbangkan Semua Gajinya, Sandiaga: Saya Jadi Wagub Tulus Membangun Jakarta Tak Cari Tambahan Duit


harta kekayaann Sandiaga pada 29 September 2016. Harta tidak bergerak Sandi senilai Rp 113.516.301.444,00, terdiri atas tanah dan bangunan di lima lokasi di Jakarta Selatan, tiga bangunan di Jakarta Selatan, dua tanah di Kota Tangerang, ditambah bangunan yang dimiliki Sandiaga di luar negeri, yakni di Singapura dan Amerika Serikat.

"Bangunan seluas 160 m2 , di Kota SINGAPORE, yang berasal dari HASIL SENDIRI, perolehan dari tahun 2001 sampai dengan 2015 NJOP 
Rp.7.504.731.000. Bangunan seluas 119 m2 , di Kabupaten WASHINGTON, D.C., yang berasal dari HASIL SENDIRI, perolehan dari tahun 2014 sampai dengan 2015 NJOP Rp.7.487.834.160," demikian keterangan yang ditulis dalam rincian.

Sandi punya dua mobil, yakni Nissan Grand Livina tahun pembuatan 2013 seharga Rp 125.000.000,00 dan Nissan X-Trail tahun pembuatan 2015 seharga Rp 250.000.000,00. Sandiaga juga punya logam mulia, barang-barang seni dan antik, serta benda bergerak lainnya dengan total nilai Rp 3.200.000.000,00. 

Dia punya surat-surat berharga yang terdiri atas puluhan investasi dengan total senilai Rp 3.721.379.813.530,00 alias USD 1.287.801. Ada 29 investasi yang tercatat di sini, dari tahun 1997 sampai 2015. 

Giro dan setara kas yang dia miliki sebesar Rp 12.899.258.838,00. Piutang dalam bentuk pinjaman uang yang dia miliki sebesar Rp 13.834.597.000,00. Utang Sandiaga dalam bentuk pinjaman uang sebesar Rp 8.441.678.156,00. 

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengakui, ia sebenarnya pengusaha nasional yang "kecelakaan" masuk ke dunia politik, sehingga takdir menuntunnya menjadi orang nomor dua di ibu kota.
Hal itu diutarakan Sandiaga dalam sambutan acara Penyaluran Bantuan Program Bedah Rumah Bazis Kota Jakarta Selatan di kantor Walikota Jakarta Selatan, Jalan Nipah Raya, Jakarta, Selasa (31/11/2017).
"(Jakarta) Selatan orang kaya semua. Saya kenal pengusaha nasional yang masuk ke politik, sekarang di Balai Kota tinggalnya di Selatan. Siapa ya? (dirinya sendiri) pengusaha nasional, terus kecelakaan masuk politik. Rumahnya tuh Kelurahan Selong, kecamatan Kebayoran Baru, siapa ya. Tanya Pak Lurah Selong tuh," ujar Sandiaga.
Sandiaga lantas menceritakan dirinya pernah bernazar, kalau terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta akan memberikan pendapatannya kepada kegiatan zakat, infaq, dan sedekah.
"Saya juga ingin, kebetulan nazar kalau seluruh pendapatan saya, nanti setelah bertugas di Balai Kota murni semuanya untuk kegiatan zakat infaq dan sedekah. Tidak ada yang diambil untuk kami," tegasnya.
Sandiaga menuturkan, dirinya sudah berkoordinasi dengan Pemprov DKI perihal pendapatannya yang akan disumbangkan ke Bazis DKI.
"Betul (Mau diinfaq). Saya sudah perintahkan Bazis DKI untuk berkoordinasi dengan personalia dan seluruh pendapatan saya di pemprov ini akan dikelola oleh teman-teman Bazis DKI," tutur Sandiaga.
Ketika ditanya apakah pendapatan dirinya yang akan disumbangkan ke Bazis, termasuk tunjangan operasional, Sandiaga mengaku belum mengetahuinya. Menurutnya, yang terpenting bagaimana menyantuni kaum dhuafa dan yatim piatu.
"Belum diupdate. Semua kegiatan saya di pemprov adalah bagian dari ibadah. Saya tak mencari tambahan pemasukan. Saya sudah perintahkan murni untuk rakyat,” tandasnya.
Dalam acara tersebut, diketahui pemberian bantuan bedah rumah serta sumbangan infaq dan sedekah yang disalurkan sebanyak Rp 4,2 miliar.  Adapun sumbangan tersebut diberikan kepada 65 mustahiq bedah rumah.
Kemudian kepada 11 lembaga keagamaan, 417 mustahik guru honorer, TPA dan marbot masjid.
Sumbangkan Semua Gajinya, Sandiaga: Saya Jadi Wagub Tulus Membangun Jakarta Tak Cari Tambahan Duit Sumbangkan Semua Gajinya, Sandiaga: Saya Jadi Wagub Tulus Membangun Jakarta Tak Cari Tambahan Duit Reviewed by Speed X on November 05, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.